Saya sudah mempunyai hobi fotografi semenjak saya kelas 2 SMA. Kamera SLR yang saya miliki yaitu Olympus e – 500. Setiap merk kamera mempunyai kelebihan sendiri2 termasuk Olympus ini yang mempunyai system dust reduction. Nikon memiliki kelebihan fokus yang tinggi sehingga jika gambar ini ingin diperbesar tidak akan terlihat pecah, sedangkan Canon lebih memperlihatkan kejernihan setiap warnanya yang sangat detail dan masih banyak merk kamera yang lain. Menurut saya semua merk kamera SLR ini semuanya hampir sama dalam segi kualitas. Merk kamera SLR yang menang di pasar yaitu Canon dan Nikon. Sebelum saya menggeluti kamera SLR ini saya menggunakan kamera otomatis yang hanya mengatur zoom, dan fokus ke suatu objek juga sudah diatur secara otomatis. Untuk kamera SLR kita harus mengatur kecepatan foto, diafragma, fokus, zooming, iso dan masih banyak lagi dengan teknik2 foto yang kami miliki ini . Masalah penerangan bisa memakai flash eksternal (flash tambahan) agar lebih jelas karena flash internal (flash yang sudah terdapat di setiap kamera SLR) di kamera SLR saya kurang begitu bagus dan jika foto di malam hari akan sangat lama untuk fokusnya. flash juga berpengaruh dalam sebuah foto, seperti foto model harus dipikirkan sudut foto dan arah penerangan dan lain lain jadi banyak juga yang bisa dipelajari dari sebuah kamera SLR.Pada saat saya kelas 2 SMA saya kemana mana selalu membawa kamera SLR. Ke sekolah juga saya selalu membawa kamera SLR dan peralatan lain2nya seperti pembersih lensa, filter dan lensa tambahan. Jika tidak membawa kamera SLR kadang2 suka terjadi kejadian penting dan saya suka menyesal karena tidak membawa kamera SLRnya. Untuk flash eksternal saya belum mempunyai sampai dengan sekarang, hanya menggunakan flash internal. Setiap acara besar di sekolah saya selalu mengambil gambar untuk kenang – kenangan saya sendiri seperti 17 Agustus-an, Pentas musik, Ekstrakulikuler, Analisa Sosial, dan lain2. Ekskul saya di sekolah kebetulan sebagai pencinta alam, dan saya juga sering mendaki gunung seperti Gunung Gede dan Semeru. Pada saat kenaikan kelas 2 SMA saya juga pernah menelusuri sepanjang pantai Ujung Kulon bersama rombongan GPA PL (Grup Pencinta Alam Pangudi Luhur). Setiap GPA melakukan ekspedisi saya selalu mengambil gambar untuk kenang kenangan. Semenjak ekspedisi pertama saya langsung menyukai foto pemandangan (landscape photo) Di Ujung Kulon saya mengambil gambar hanya di sekitar pantai saja karena bagian dalam Ujung Kulon jarang dijelajahi GPA PL kami dan selain itu juga bahaya karena banyak badak bercula satu. Foto2 disekitar pantai sangat indah sekali, dan karena keindahan ini saya menjadi tidak kenal lelah dan semangat untuk berjalan terus. Kami dibagi menjadi 2 Grup yaitu Grup pantai selatan dan pantai utara yang waktunya telah diperkirakan oleh pembimbing ekskul kami setelah 4 hari kedua Grup ini akan bertemu di ujung. Matahari terbit dan terbenam selalu saya ambil gambarnya dengan detail.
Begitu juga di Gunung Semeru. Pada waktu itu saya menduduki kelas 3 SMA dan ini adalah ekspedisi terakhir saya. Grup kami berangkat dengan menggunakan Pesawat Hercules dari Bandara Halim sampai dengan Bandara di Malang (lupa nama bandaranya). Sesampainya di Bandara Malang kami semua menuju ke tempat perumahan Grup GPA kami disana (kebetulan banget ada yang punya rumah di Malang). Disini kami semua mempersiapkan barang dan mulai membagi bagi barang logistik untuk ekspedisi besar besok. Besoknya kami dijemput oleh 2 truk tronton di depan rumah dan kami semua langsung menuju ke kaki Gunung Semeru atau basecamp GPA. Dalam perjalanan menuju basecamp kami semua sempat turun di tengah2 karena ada pemandangan yang sangat indah sekali dan saya mulai mengambil foto disini. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kembali ke basecamp selama 30 menit kemudian sampailah saya di Basecamp GPA. Ternyata kami harus jalan menelusuri hutan2 dan sawah sebelum sampai di Gunung Semeru itu sendiri. Seingat saya kami waktu itu harus berjalan selama 3 hari termasuk istirahat untuk sampai di kaki Gunung Semeru ini.
Perjalanan panjang yang kami tempuh sampai Kaki Gunung Semeru ini saya tidak bisa berhenti untuk mengambil gambar karena pemandangan ini sangat indah sekali. Sekarang saya juga menyadari kalau Indonesia ini banyak tempat2 yang indah, karena saya sekarang baru bisa melihat dengan mata kepala saya sendiri langsung di tempat dan ini patut untuk terus dilestarikan dan dijaga eksistensinya. Termasuk di berbagai tempat juga seperti di Gunung Rinjani, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Slamet dan masih banyak lagi. Kami beristirihat di kaki gunung selama 3 jam untuk makan dan melemaskan badan sejenak dan kemudian kami lanjutkan perjalanan mendaki Gunung Semeru ini. Untuk mencapai puncak Gunung Semeru butuh perjuangan yang sangat besar sekali karena jika sudah mulai dekat dengan puncak Semeru kami harus mulai berhati hati dan saling berpegangan. Sudutnya kira kira 60 derajat dan kaki yang kita pijak bukan berupa tanah melainkan pasir, jadi setiap kami pijak kaki ini langsung masuk ke dalam pasir seperti pasir hisap (quicksand) jadi ini sangat berat sekali untuk melakukan langkah berikutnya. Saya sudah mulai kesulitan pada saat di posisi ini karena saya juga ingin mengambil foto dari tempat yang curam ini. Setelah 1 setengah jam kami mendaki, akhirnya kami semua sampai di Puncak dan rasanya sangat lega dan kami semua bahagia sekali walaupun suasana di sini membuat kami semua mengigil. Dari Puncak ini saya bisa melihat Gunung Agung yang terletak di Bali, dan ini jaraknya sangat jauh sekali padahal. Letusan asap dari mulut Gunung Semeru meletus setiap 10 menit sekali (letusan lecil yang tidak membahayakan dan hanya mengeluarkan asap). Di sini juga terdapat peninggalan Soe Hok Gie yang berisi pantun mengenai indahnya pegunungan ini. Setelah hanya 1 jam disini (karena ada gas beracun di Puncak Semeru yang bahaya pada siang hari) kami langsung balik ke basecamp kami dan balik lagi menuju Jakarta membawa kenangan yang tidak terlupakan beserta gambar2 yang untuk bisa diingat kembali kejadian ini.
Semenjak ekspedisi terakhir ini saya meneruskan hobi ini sampai dengan sekarang. Portfolio gambar terakhir yang saya ambil yaitu saat di Macau & Hong Kong dan anda juga bisa melihat sejarahnya yang terdapat di page ini juga. Saya mendapatkan musibah baru2 ini karena Hard Drive (C :) saya terbakar dan foto2 saya hilang semua. Kenang kenangan ini semuanya sudah hilang karena kelalaian dalam menjaga foto ini dan saya benar2 merasa sedih. Untuk mengingatkan anda semua agar menyimpan foto di Hard Drive (D:) dan akan lebih aman lagi jika anda mempunyai Eksternal Hard Disk. Untuk lebih jelasnya mengenai cara2 menggunakan kamera SLR mungkin bisa googling sendiri karena saya kurang begitu ahli menjelaskan teknik2 ini.











