Kamis, 16 April 2009

60 Jam Pulang Pergi Jakarta, Macau & Hong Kong


Pada tanggal 10 April 2009 saya melakukan perjalanan ke Macau & Hong Kong dengan pesawat Cathay Pacific untuk pertama kalinya. Ini karena ibu saya mendapatkan tiket gratis PP ke Macau & Hong Kong, bisa juga untuk 2 orang tetapi PP menjadi diskon 75% untuk tiap orangnya, nah karena kesempatan yang telah diberikan oleh perusahaan ibu saya (ibu saya bekerja di BARINDO - Board of Airline Representative in Indonesia sebagai sekretaris yang mengurusi berbagai penerbangan domestik dan asing) ini kami berdua langsung travel ke Hong Kong dan akhirnya kita bergegas ke Bandara Soekarno-Hatta. 4 jam di perjalanan yang lama dan panjang akhirnya saya sampai di HKIA (Hong Kong International Airport). Situasi bandara Hong Kong dengan Soekarno-Hatta berbeda jauh sekali karena disini tempatnya sangat nyaman dan besar begitu juga dengan transportasi umumnya yang tertata rapi dan jelas. Kota pertama yang saya kunjungi yaitu Macau dengan kapal ferry yang sudah tersedia di HKIA. Saya melanjutkan perjalanan dari HKIA ke pelabuhan Hong Kong dengan bus. Kota ini dibagi menjadi 3 tanjung yaitu Taipa, Koloane dan Macau sendiri. Taipa dan Koloane terdapat di 1 pulau. Kedua pulau dihubungkan dengan 3 jembatan. Jembatan terpanjang bernama Friendship bridge yang berujung di Bandara Internasional Macau. Kedua Jembatan lainnya bernama Sai Van Bridge (jembatan kabel pertama di Macau) dan Nobre De Carvalho. Koloane dan Taipa dihubungkan dengan causeway. Maksud dari causeway yaitu terowongan yang berada di atas air.

Menurut sejarah Macau atau disebut Ou Mun (Ou Mun = gerbang perdagangan) pada jaman dahulu nelayan dari Fujian dan petani dari Guangdong diketahui merupakan orang-orang yang pertama kali menetap di Ou Mun karena lokasinya di hilir sungai Pearl dari Guangzhou (Kanton). Pada masa silam kota pelabuhan merupakan bagian dari Jalan Sutera (Silk Road) dengan kapal-kapal yang memuat sutera ke Roma (experience-macau.com).

Di tempat ini banyak peninggalan2 yang saya kunjungi dari orang Portugis di Museum Macau seperti peninggalan yang terdapat pada gambar di sebelah ini. Menurut sejarah di awal tahun 1550-an, orang Portugis mencapai Ou Mun, yang secara lokal disebut A Ma Gao (tempat A Ma) sebagai penghormatan kepada dewa laut, dengan candi yang berdiri di pintu masuk pelabuhan bagian dalam. Setelah sekian lama nama ini berubah menjadi Macau, dan dengan ijin orang mandarin Guangdong, membangun kota yang dalam waktu singkat menjadi gerbang utama perdagangan antara Cina, Jepang, India dan Eropa. Macau adalah daerah istimewa.

Di Macau saya menemukan berbagai macam tempat kasino, jumlah seluruhnya yaitu 29 tempat kasino. Tempat kasino yang paling mewah di Macau yaitu Grand Lisboa. Tempat judi di Asia bisa dibilang iconnya yaitu Macau, sedangkan kalau di Nevada, Amerika yaitu Las Vegas. Sewaktu saya mau makan malam di tempat restoran Macau, masih ada saja di dalam yang judi dan sangat bising sekali sehingga saya terganggu. Setelah saya menanyakan pramusajinya kenapa diperbolehkan untuk bermain judi di dalam restoran anda dan dia bilang orang2 yang bermain judi di tempat restoran juga berbagi uang keuntungannya dengan kami. Saya juga baru mengerti setelah menanyakan masalah itu dan sepertinya penduduk Macau sudah candu dengan judi dan sudah menjadi kebutuhan mereka setiap hari. Setiap malam hari lampu2 di Macau semua nyala terang sekali terlihat sangat cantik dan indah. Penduduk Macau maupun orang2 asing sudah menempati setiap tempat kasino. Di seluruh tempat kasino di Macau dilarang keras untuk membawa kamera dan rekaman video karena bisa mengundang para wartawan di berbagai di dunia dan pastinya menyebarkan hal2 yang negatif.

Setelah mengunjungi berbagai tempat kasino saya menuju ke Venetian. Tempat ini adalah mall yang didalamnya terdapat banyak macam barang2 mewah dan kasino juga ada disini. Dinamakan Venetian karena di dalam gedung ini dibuat persis seperti di Venesia (Di Venesia kota2nya dibangun di atas laut dan terpisah2 setiap bangunannya). Langit2 diberi warna biru serta awan2 yang dibuat begitu nyata sehingga seperti kita berada di luar (outdoor) begitu juga restoran dan toko2 mewah yang dibagi oleh air laut buatan sehingga kita harus menyebranginya dengan kapal atau jembatan. Besoknya saya mengunjungi museum Macau yang terdapat peninggalan2 orang portugis yang sudah saya jelaskan di paragraf ketiga. Nama pada museum ini bertuliskan dengan bahasa Portugis. Terdapat juga barang2 unik dan langka yang bisa saya beli sebagai oleh2.

Saya juga mengunjungi Kuil di Macau yang bertuliskan juga dengan bahasa Portugis dan pada waktu itu banyak sekali yang datang ke kuil itu sehingga saya tidak sempat untuk masuk dan melihat lihat. Tepat di depan kuil terdapat panggung tradisional untuk menonton tarian2 atau musik tradisional lainnya. Sudah 1 hari 1 malam saya di Macau selanjutnya saya melanjutkan perjalanan ke Hong Kong. Dalam perjalanan saya melihat patung Sun Yat-Sen yang disebut sebagai bapak negara Cina di depan sebuah bangunan (maaf kalau fotonya kurang begitu jelas ya, soalnya foto dalam keadaan berjalan.). Beliau pernah melakukan pemberontakan di Kanton dan karena itu beliau sempat kabur ke daerah Macau ini (kalau tidak salah).

Outer Harbour, dekat dengan New Yaohan Department Store adalah nama tempat pelabuhan di Macau (tempat pelabuhan Macau yang bisa menghubungkan Macau dengan Hong Kong). saya melanjutkan perjalanan ke Hong Kong dengan kapal ferry TurboJET yang hanya memakan waktu 1 jam (termasuk menunggu persiapan ferry dan memasukan barang2 ke dalam ferry sampai dengan menurunkan barang di tempat tujuan). Kemudian saya sampai di pelabuhan Hong Kong atau Harbour City, di sisi Kowloon. Dari sini kita bisa mengambil taksi, bus, kereta/MTR (Mass Transit Railway). Beda dengan Singapur yang bernama MRT (Mass Rapid Transit).

Menurut sejarah pada tahun 1513 pelaut Portugis Jorge Alvares, menjadi orang Eropa pertama yang mengunjungi Hong Kong. Hong Kong juga merupakan Daerah Administratif Khusus yang merupakan bagian dari negara Republik Rakyat Cina, jadi terdapat 2 daerah istimewa di RRC. Pada tanggal 1 Juli 1997, daerah ini secara resmi diserahkan oleh pemerintah Britania Raya kepada Republik Rakyat Cina (Google – Hong Kong).

Penduduk di Hong Kong mencapai 7,5 juta orang jauh lebih banyak dibandingkan dengan Macau yang perbandingannya 15:1. Jalanan dipenuhi oleh penduduk Hong Kong dan orang2 asing yang lalu lalang dan jarang terdapat mobil pribadi disini. Berbeda dengan Indonesia yang mengandalkan mobil pribadi ketimbang Transportasi umum (wajar karena belum ada transportasi umum yang jelas, nyaman dan mudah dimengerti orang2 asing seperti MTR atau MRT untuk melakukan kegiatan), begitu juga dengan trotoar atau tempat jalan orang2 yang besar dan nyaman jika ingin berjalan kaki supaya tidak menyebabkan polusi yang berlebihan.

Tempat pertama yang saya kunjungi di Hong Kong yaitu Disney Land. Tempat ini dipenuhi oleh penduduk Hong Kong maupun orang2 asing (mungkin karena liburan yang panjang). Di tempat ini juga setiap liburan selalu diadakan parade yang sangat menghidupkan suasana. Setelah parade selesai semua orang lgsung pulang (mungkin ingin menonton paradenya saja, dan jujur saja saya lebih menyukai Dufan dibandingkan Disney Land. Tetapi disini ada wahana baru yang sangat menyenangkan sekali yaitu indoor jetcoster digabungkan dengan simulasi theater seperti di dufan).

Pada malam harinya saya berpikiran untuk berbelanja barang2 Hong Kong yang murah dan akhirnya saya bertemu dengan TKI disana dan saya menanyakan tentang dimana saya bisa membeli barang2 yang murah dan massal penjualannya. Dia memberitahu tempatnya kalau di Hong Kong yaitu Mong Kok, saya langsung bergegas jalan ke tujuan dan ternyata saya dituntun terus. Dari mulai saya tidak tahu apa2 kemudian diberitahu untuk tidak naik taksi melainkan naik kereta cepat massal atau MTR karena jauh lebih murah dan diberitahu jalur2 kereta yang harus saya ikuti yang akhirnya saya sampai di tujuan dan saya menyampaikan terima kasih yang banyak kepadanya (alangkah baiknya penduduk Indonesia ^^). Mong Kok tidak jauh beda dengan suasana di Glodok atau Kelapa Gading barang2 disini berbagai macam dan bertebaran, harga barang2 di Mong Kok juga sangat terjangkau.

Besoknya saya sudah harus berangkat pulang ke Jakarta, dan harus sudah sampai di HKIA jam 12:00 siang. Saya hanya punya 1 tujuan lagi untuk saya kunjungi yaitu tempat patung Bruce Lee yang terdapat di pinggir laut dengan pemandangan yang sangat indah. Di tempat ini juga banyak cap2 tangan artis terkenal yang berasal dari Hong Kong dan terletak di lantai termasuk Jackie Chan yang sekarang sudah menjadi icon dari artis Hong Kong dan masih banyak lagi seperti Chow Yun Fat juga. Tempat ini bisa untuk memancing ikan dan bisa juga menjadi tempat untuk lari pagi karena udara laut disini sangat segar. Setelah dari sini saya bergegas ke HKIA dan sampailah saya di Jakarta dengan waktu perjalanan di pesawat selama 4 jam. Semoga kenangan saya ini di Macau & Hong Kong bisa menjadi suatu pelajaran untuk anda semua termasuk sejarah2 dan fasilitas2 yang maju disana. Sekian terima kasih.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar