Transportasi umum sangat membantu kehidupan kita semua dalam melakukan berbagai kegiatan. Akan lebih membantu lagi jika transportasi umum ini mudah untuk dijangkau dari rumah. Pembangunan fasilitas ini tidak hanya di daerah jalan utama ,tetapi di jalan2 penghubung / lingkungan juga. Tentu jalan utama yang harus mendapatkan prioritas.
Pembangunan rel kereta di bawah tanah (subway) yang belum diterapkan di Jakarta (Kota Jakarta menadapat prioritas terlebih dahulu sebagai pilot project, setelah itu bisa dibangun di berbagai daerah / kota besar lainnya). Pembagunan rel kereta bawah tanah akan mengurangi jumlah mobil pribadi dan transportasi umum lainnya karena tidak menggunakan jalur yang sudah ada melainkan di bawah tanah yang belum dimanfaatkan. Begitu juga dengan tarif yang murah karena pengangkutan secara massal atau kereta cepat massal yang beroperasi pada jam jam sibuk. Berbagai macam kereta di luar negri yang bernama MRT (Mass Rapid Transit) di Singapura selain itu ada juga MTR (Mass Transit Railway) di Hong Kong dan Monorail di Malaysia.


Memang ini sulit untuk direalisasikan tetapi bila kereta bawah tanah ini sudah dibangun mayoritas penduduk Jakarta akan beralih untuk mengganti gaya hidupnya mereka yang biasa menggunakan mobil pribadinya. Dampaknya yaitu semakin berkurangnya emisi gas CO2 dan membantu permasalahan Global Warming ini. Kereta bawah tanah hanya menggunakan tenaga listrik dan tidak mengeluarkan emisi gas CO2.
Yang menjadi masalah sekarang penempatan setiap stasiun di berbagai tempat karena infrastruktur di Jakarta ini masih belum tertata dengan rapi sehingga susah untuk penempatan sebuah stasiun. Perbaikan jalan dan berbagai fasilitas lainnya akan sangat mempermudahkan pembangunan stasiun kereta. Selain itu juga permasalahan dana dalam pembangunan transportasi umum ini yang menyebabkan terjadi keterlambatan. Pembangunan stasiun kereta ini sudah direncanakan dari dulu. Tapi tidak direalisasikan sampai sekarang karena selalu saja ada yang hambatan. Lebih baik uang negara dipakai untuk memperbaiki infrastruktur Jakarta bukan untuk suatu hal yang sifatnya menguntungkan beberapa pihak saja melainkan untuk kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan rel kereta di bawah tanah untuk mengurangi kemacetan di permukaan dan selain itu juga mengurangi mobil pribadi yang lalu lalang di atas dan akan lebih baik jika hanya dipakai hanya untuk orang2 pejalan kaki. Bus TransJakarta menggunakan jalan yang sudah ada tidak akan menjadi masalah lagi. Karena sebelumnya Bus TransJakarta banyak yang protes karena memakai jalan yang sudah ada sehingga mobil pribadi dan transportasi lainnya menjadi macet. Tetapi jika kereta bawah tanah sudah jadi saya pikir ini tidak akan menjadi masalah lagi karena penggunaan mobil pribadi sudah semakin.
Begitu juga dengan bus2 dan transportasi umum lainnya seperti taksi akan otomatis berkurang sendiri jumlahnya. Perbaikan bus2 di dalam kota seperti metro mini, kopaja dan lainnya harus ditertibkan juga karena sudah menjadi kebiasaan sang supir berhenti di pinggir jalan mencari muatan. Tidak semua kesalahan terdapat pada supir bus ini tetapi orang2 yang tidak mau tertib menunggu di halte melainkan memberhentikan bus di tempat yang terlarang. Ini akan menyebabkan kemacetan dan membuat semua orang naik darah.Perbaikan infrastruktur Jakarta dan dibagunnya sebuah rel kereta bawah tanah akan mempermudah masyarakat indonesia dalam melakukan kegitan. Begitu juga dengan penertiban bus2 dan transportasi umum lainnya yang seringkali menyebabkan kemacetan di Jakarta. Alangkah baiknya jika kami semua sebagai masyarakat Indonesia tidak selalu menggunakan mobil pribadinya melainkan transportasi umum. Mungkin juga di masa depan akan ada alat transportasi baru yang lebih mudah dan bisa mengangkut secara massal. Jika ini sudah terealisasi Global Warming akan teratasi dehh..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar