Rabu, 01 April 2009

Penyebab Tragedi Situ Gintung


Mengenai data bencana situ gintung masih dalam pencarian dan berubah –ubah setiap harinya, data terakhir dari koran kompas hari ini 99 orang telah meninggal (baru sore tadi di berita 100 orang telah ditemukan meninggal), 100 orang hilang, 113 luka, rawat inap 2 orang, 450 orang mengungsi. Kerusakan2 yang lain berupa rumah dan fasilitas umum termasuk mobil2 mewah dan lain2.


Penyebab jebolnya tanggul Situ Gintung ini ada 6 faktor:

1. Kondisi tanggul

2. Dijadikan tempat rekreasi

3. Banyaknya rumah penduduk

4. Curah hujan yang ekstrim

5. Tata letak

6. Pembabatan hutan


Kondisi tanggul Situ Gintung sudah sangat lemah. 2 tahun sebelum peristiwa warga sudah meminta perbaikan tanggul tersebut. Pemerintah juga sudah memprediksi masalah ini tetapi tidak ada tindakan selanjutnya sehingga terjadilah musibah ini. Jebolnya tanggul Situ Gintung ini memang bisa dikatakan sebagai force majeure, tetapi kenyataannya kita ini bisa menggunakan teknologi2 yang ada sekarang untuk mengetahui masalah ini sebelum semuanya terjadi.


Tempat rekreasi di Situ Gintung menyebabkan kurangnya tampungan air. Banyaknya rumah penduduk mengakibatkan tidak kokohnya kualitas tanah. Pengelolaan tata ruang juga menjadi masalah yang tidak dilakukan sesuai aturan. Di sekitar tanggul tidak boleh ada bangunan dengan jarak > 200 meter. Pada jarak itu merupakan areal sabuk hijau atau greenbelt yang ditanami tanaman keras sebagai pelindung tanggul. Kenyataannya di Situ Gintung dikelilingi berbagai bangunan bahkan tepat di tanggulnya. Korban bencana Jumat yang lalu berasal dari perkampungan yang berada di sekitar situ. Selain itu juga seharusnya ada pemeliharaan tanaman keras atau pohon tetapi malah terjadi penebangan liar yang menyebabkan erosi.


Standar Operasi dan Pemeliharaan (SOP) kurang begitu diperhatikan. Seharusnya SOP sebuah tanggul harus dilakukan secara ketat karena sangat rawan bencana bila terjadi kebocoran seperti yang terjadi di Situ Gintung. Operasional tanggul harus dilakukan secara ketat yaitu dalam hal pengaturan air disesuaikan dengan kapasitas tampungnya. Apabila terjadi masukan air yang melebihi kapasitas yang dapat diketahui dari lubernya air melalui jalur pengeluaran atau spillway, Kepala Bidang Mitigasi Bencana BPPT, Sutopo Purwo Nugroho menyimpulkan bahwa tanggul spillway merupakan titik lemah jebolnya tanggul Situ Gintung. maka pintu air harus dibuka. Hal ini yang tidak dilakukan di Situ Gintung (menurut wawancara SBY-Kalla dengan pengelola Situ).


Selain menyalahkan pemerintah daerah yang tidak ketat dalam memberikan izin alih fungsi, Departemen Pekerjaan Umum mengklaim jika perubahan iklim global juga mempunyai peran terhadap jebolnya Situ Gintung yang menyebabkan puluhan korban. (news.okezone.com)

Jadi sekarang memang lagi ada perubahan iklim. Ada climate change dan global warming dan sebagainya, ternyata mengubah perilaku intensitas curah hujan di dunia ini termasuk di daerah Situ Gintung," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di kampus ITS Surabaya, Senin (30/3/2009). Situ Gintung hanya mampu menampung 1 Juta kibik air, dan pada saat turun hujan kemarin, kapasitas air menjadi 2 Juta kibik yang menyebabkan jebol.

Seperti yang saya singgung di blog saya inilah yang juga harus diperhatikan jadi bukanlah sepenuhnya kesalahan pemerintah tetapi semua orang juga harus mengerti atau menyadari tentang masalah ini. Orang2 di sekitar tanggul Situ Gintung juga seharusnya tidak membuat rumah berdekatan dengan tanggul itu. Jadi marilah kita lebih berwaspada tentang masalah2 seperti ini dan untuk pemerintah agar lebih antisipatif. Pembagunan kembali di Cirendeu ini yang akan dimulai Mei 2009 dan diperkirakan selesai September 2009 bisa diperhatikan lebih baik lagi. Sekian terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar