Selasa, 31 Maret 2009

Earth Hour dan Hari Raya Nyepi


Aksi ini merupakan bagian program Earth Hour yang dicanangkan organisasi lingkungan World Wildlife Fund (WWF) dengan melibatkan masyarakat dalam kampanye perubahan iklim global.


Kampanye Earth Hour dengan mematikan listrik selama satu jam, jangan hanya menjadi event satu harian yang berlalu tanpa kesan, melainkan menjadi program jangka panjang. Sehingga, Jakarta menjadi Sustainable City dengan melaksanakan program tersebut secara berkesinambungan.


Kegiatan satu hari Earth Hour merupakan aksi simbolis. Faktor terpenting yang menentukan keberhasilan Earth Hour dalam penanggulangan perubahan iklim adalah perubahan gaya hidup hemat energi dalam jangka panjang tidak hanya di Jakarta tetapi juga di kota-kota besar di Indonesia.


Aksi mematikan lampu dan perangkat elektronik selama satu jam pada Hari Sabtu kemarin, 28 Maret 2009 pukul 20.30 - 21.30 WIB menghemat penggunaan listrik kota Jakarta hingga kira2 300 Mw. Angka yang cukup besar bukan, 300 Mw mampu mengurangi biaya beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp200 juta, mengurangi emisi CO2 sekitar 284 ton dan ini akan menghasilkan O2 untuk 568 orang... Untuk itu marilah kita sama2 bekerja sama untuk menghidupkan kembali bumi ini yang sudah semakin kian memburuk. Bencana sudah banyak menimpa bangsa kita jangan kita bersikap acuh terhadap malapetaka ini. Sebagian besar bencana ini karena Pemanasan Bumi atau Global Warming.


2 hari sebelumnya yaitu pada tanggal 26 Maret 2009 saya merayakan hari raya nyepi. Pada hari raya nyepi umat Hindu tidak diperbolehkan untuk :

1. Menyalakan api (Amati Gni)

2. Pergi atau jalan2 (Amati Lelungan)

3. Menikmati hiburan (Amati Lelanguan)

4. Bekerja (Amati Karya)


Semua lampu2 harus segera dimatikan pada saat hari raya nyepi begitu juga perangkat elektronik. Api yang dimaksud yaitu termasuk semua yang berhubungan dengan listrik karena akan menimbulkan panas dan api juga... Umat Hindu tidak diperbolehkan untuk pergi jalan2 dan bersenang senang di luar dan ini ada kaitannya juga dengan yang ketiga yaitu Amati Lelanguan tidak boleh menikmati segala hiburan dan yang terakhir adalah Amati Karya.


Saya menjelaskan tentang hari raya nyepi ini karena sangat membantu permasalahan Global Warming ini. Di Bali kira-kira mengurangi 20.000 ton CO2. Bayangkan saja, ini angka yang jauh lebih besar lagi dari Earth Hour di Jakarta yang hanya 284 ton. Memang dalam segi waktu berbeda jauh Earth Hour yang hanya 1 jam dan Nyepi 24 jam atau 1 hari. Selain itu juga Nyepi yang kedua yaitu Amati Lelungan atau tidak boleh pergi jalan2, akan semakin membantu karena tidak adanya gas CO2 yang dikeluarkan dari mobil, motor dan transportasi lainnya.


Earth Hour kemarin Pada tanggal 28 Maret 2009 menurut saya juga membantu sekali dan bukan hanya di Bali saja tetapi seluruh dunia. Tetapi saya masih melihat kendaraan yang memanfaatkan kesempatan bermain main di luar rumah dengan mobil atau motor sehingga tidak begitu berpengaruh untuk partisipasi di Earth Hour ini. Selain itu juga setelah selesai Earth Hour semua warga langsung boros pemakaian listriknya.


Saya mempunyai usulan untuk Earth Hour agar bisa mengikuti kebiasaan Umat Hindu dalam melaksanakan preventing Global Warming ini seperti Hari Raya Nyepi. yaitu agar tidak bepergian selama Earth Hour masih berjalan walaupun hanya 1 jam tetapi sangat membantu, alangkah baiknya lagi jika dimatikan selama 24 jam, memang susah sih malem minggu tidak boleh pergi tetapi apa boleh buat untuk menyelamatkan negri kita yang sudah banyak kasus banjir dan lain2.


Selain mematikan listrik kita juga bisa membantu agar untuk tidak menebang pohon sembarangan untuk kebutuhan bisnis atau kekayaan pribadi dan lain2. Penebangan pohon mengakibatkan penyerapan CO2 menjadi berkurang.


Diperkirakan, kerugian dunia mencapai 300 milyar dollar AS per tahun akibat dampak perubahan iklim dan berkurangnya kemampuan hutan sebagai penyerap karbon (carbon sink), untuk mengatasi efek dari pemanasan global pada 50 tahun mendatang memerlukan dana sekitar 300 milyar dollar AS menurut Nelly Gustian di Harian Analisa.


Tetapi semua ini kembali kepada anda sendiri. Menurut saya sih tidak perlu dijalankan hanya pada waktu Earth Hour dimulai, tetapi bisa kapan aja selain tanggal 28 Maret 2009. Kehidupan Bangsa Indonesia ada di tangan anda sendiri. Ayo2 jangan membuat Bencana lagi untuk negri kita.. ^^ sekian terima kasih..

Foto dari berbagai negara yang mengikuti Earth Hour (must see!!)
http://www.boston.com/bigpicture/2009/03/earth_hour_2009.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar