Daerah Kemang sebaiknya di rekonstruksi kembali oleh walikota agar warga di sekitar tidak terganggu dengan kemacetan, begitu juga dengan suara2 bising dari mobil dan klub malam. Daerah ini sudah mendapat peringatan dari warga Kemang dan Bangka supaya tidak dijadikan tempat komersil.
Masyarakat dari berbagai daerah setiap malam sabtu dan minggu selalu membanjiri Kemang. Tujuan mereka yaitu bertemu dengan teman2 dan mencari hiburan yang beraneka ragam. Bahkan oleh warga Kemang dan Bangka tempat ini disebut sebut sudah berubah menjadi tempat maksiat. Karena sudah banyak klub2 malam di wilayah ini, selain itu juga ada tempat2 minuman keras. Saya sudah tidak tahan lagi sebagai warga Kemang dengan kemacetan yang tidak ada habisnya. Saya pribadi tidak keberatan dengan tempat2 komersil di sini, yang hanya menjadi masalah yaitu kemacetan yang tidak terkendali saja. Pembangunan ini terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Kembali pada tahun 1920an Kemang hanya berupa perkebunan dan penduduk awal di tempat ini yaitu orang2 betawi. Lama kemudian komunitas asing mulai berdatangan ke daerah ini dan mulai terlihat pembangunan2 baru.
Saya mempunyai usulan agar Kemang dipisah antara perumahan dengan tempat2 komersil. Untuk kawasan toko, kafe, restoran, klub malam dan sebagainya hanya untuk pejalan kaki dan transportasi umum dalam kota. Di kawasan ini akan ditumbuhi pepohonan yang rindang yang mengelilingi seluruh kawasan ini sehingga akan terlihat asri dan indah. Mobil pribadi tidak diperbolehkan untuk memasuki kawasan ini kecuali untuk perumahan di sekitar Kemang. walikota akan menyediakan tempat parkir yang besar di seluruh kemungkinan tempat masuk ke dalam. Jika walikota sudah merekonstruksi kembali menjadi usulan yang sudah saya berikan ini tentu akan sangat membantu sekali dan mengabulkan aspirasi seluruh warga Kemang. Begitu juga dengan komunitas asing menjadi lebih senang tinggal di daerah Kemang dan merupakan pendapatan besar untuk daerah Jakarta Selatan.
Selain itu juga semua pembangunan harus mempunyai ijin dari pemerintah karena banyak pembangunan liar yang merusak penataan yang telah ditata oleh pemerintah. Termasuk pedagang2 kecil juga harus mempunyai ijin, karena pedagang liar ini sangat mengganggu orang pejalan kaki sehingga harus berjalan di jalan mobil melainkan di jalan trotoar. Pedagang2 kecil ini jika Kemang sudah di rekonstruksi kembali akan dipekerjakan di dalam restoran besar atau bisa juga membuat food corner atau food court sehingga akan tertata rapi.
Lippo Group telah membuat Pembangunan di daerah Kemang bernama Kemang Village. Luasnya sebesar 12 hektare yang terdapat hotel, apartemen, sekolah, rumah sakit, mall dan masih banyak lagi. Semuanya sudah tersedia disini dan ini akan membantu permasalahan di daerah Kemang dan sekitarnya karena terdapat jalur baru dan berbagai aktivitas bisa kami lakukan di kemang village. Selain Kemang Village, Agung Sedayu Group juga membuat The Mansion yang bekerja sama dengan Kem Chicks. Untuk informasi lebih lanjut bisa coba menggunakan search engine di internet.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar